Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru seperti minyak bakar dan energi panas.

1 Jan 2015

Temuan Alat Mesin Konversi Musnah, Cara Sedekah dan Model Bank Sampah serta Dukungan Fatwa MUI semoga Tuntaskan Masalah Limbah Di Sumber Timbulnya.

Pengembangan alat mesin Konversi Musnah Gasifier TPS 3R, perluasan sampah sebagai Sedekah dan pengutan kelembagaan Bank Dalam Pengelolaan Sampah oleh Posko Hijau dilakukan atas dasar :

1. telah selesainya riset aksi (Action research) dalam bentuk pembukaan Bank Sampah dan berjalannya metoda BiophoskkoGas berupa Gasifier TPS 3 R di Jl Desa Langonsari Karikil Pameungpeuk Kab. Bandung 
2. dari pengalaman 1 tahun sejak awal didirikan 2014, telah terbukti aneka jenis sampah telah dapat dikonversi menjadi barang baru bernilai ekonomi antara lain: minyak bakar (pengganti minyak tanah kompor, bahan bakar genset dan engine), menjadi lumpur probiotik bagi media tumbuh ikan serta kompos dan pupuk cair, menjadi biogas, energi kalor bagi proses produksi pakan ikan dari bahan sampah hewani
3. telah berjalannya mekanisme Bank Sampah Posko Hijau memberi hasil kepada nasabah penyetor sampah
4. keprihatinan akan masih banyaknya lembaga pendidikan dan rumah ibadah yang memerlukan dana
5. besarnya potensi sampah yang jika mendapatkan perlakuan pemilahan akan menjadi bahan baku bagi daur ulang dan menjadi material bagi berlangsungnya kegiatan ekonomi produktif

Atas dasar fakta tersebut dan sejalan dengan ketentuan Undang-Undang No 18/2008 serta PP No 81/2012, mulai tahun 2015, Posko Hijau berikhtiar meluaskan metoda BiophoskkoGas bagi berlangsungnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan, antara lain melalui :
1. program penerimaan jenis sampah yang ditujukan bagi pendanaan rumah ibadah dan pendidikan
2. program pelatihan operator Bank Sampah serta aneka mesin BiophoskkoGas
3. mengelola mesin dan sarana pengolahan sampah menganggur (idle) yang telah ada dan dimiliki berbagai pihak yang diberikan sebagai wakaf
4 melakukan aksi lanjutan bagi luasnya gerakan shodaqoh sampah dapat dilakukan oleh majlis taklim, lembaga keagamaan dan berbagai pihak yang peduli kepada perbaikan sanitasi lingkungan maupun pengembangan ekonomi masyarakat (*) 
Berikut  FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 47 Tahun 2014 Tentang PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN,  Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 47 Tahun 2014 Tentang PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN

2 komentar:

  1. Temuan alat teknologi Konversi Musnah, kelembagaan manajemen Bank Sampah serta adanya motivasi Sedekah dan dukungan Fatwa MUI dalam metoda BiophoskkoGas ( Biogas- Komposter- Pirolisis- Gasifikasi) sejatinya mampu tuntaskan masalah limbah di sumber timbulnya (TPS Pemukiman, apartemen, kawasan komersial Mall, hotel, kawasan Industri, Pasar dan Supermarket, lokasi wisata, sentra niaga dan perkantoran, dll).

    Masa iya kalau sudah didekati dengan perpektif ekonomi, teknik, agama, gak beres juga sih....

    BalasHapus
  2. Astungkara kata yang Hindu
    Amin kata yang Kristiani

    BalasHapus

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!