Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru seperti minyak bakar dan energi panas.

22 Jan 2015

Menempatkan dan Memilah Sampah Per Jenis Sebagai Ladang Sedekah

Di warung ini dijajakan aneka produk ( antaranya : kompos, pupuk organik cair, ikan segar, biogas dalam kompor tabung, minyak bakar hasil olah plastik, pakan ikan ) serta makanan olahan hasil pertanian organik berbasis kompos dan lumpur probiotik keluaran digester Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk ( beras merah, kerupuk ikan probiotik, bekatul, tepung beras, sayuran hidroponik). Semua produk itu berasal dari hasil olah sampah terpilah. Bagi yang penasaran dan perlu penjelasan langsung bisa kunjungi dengan peta lokasi ini, https://www.google.com/maps/d/viewer?mid=z14HkwQe1fXI.kCyvF_XkA9cg&msa=0

Perilaku BerSeka Trash Bin- Memilah Sampah Per Jenis di sebagian warga dibarengi keberadaan Bank Sampah Posko Hijau - Green Phoskko Organic Product , telah merobah sampah di beberapa lokasi proyek Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK) menyandang status baru sebagai bahan baku ( jenis organik, sampah kering, limbah plastik, sisa makanan/ food waste). Material yang terpilah per jenis ini adalah bahan baku bagi bekerjanya alat mesin BiophoskkoGas [ Biogas-Pirolisis-Komposter-Gasifier] mengkonversinya menjadi barang bernilai dan dapat diperdagangkan ( tradable goods).

Dengan hadirnya paket mesin BiophoskkoGas pada pilihan kapasitas sebagaimana bisa dilihat di http://www.kencanaonline.com/, dilengkapi kelembagaan Bank Sampah serta warung tempat jualan hasil olah sampah terpilah, kini sampah terpilah per jenis (plastik, foodwaste hewani dan aneka sampah terpilah itu) dapat disetorkan ke Bank Sampah sebagai tabungan. Atau, bagi yang membutuhkan, sampah terpilah menjadi alat tukar guna membeli makanan di warung ( pecel lele, kerupuk, dan semua yang tersedia) maupun bahan kebutuhan dapur (beras, ikan, kompos) dan semua barang kebutuhan yang ada di warung .

Dari bukti diatas, kini Yayasan Posko Hijau tengah berikhtiar agar makin banyak warga bersedia memilah sampah sejak di sumber timbulannya (rumah, tempat usaha, pasar, mall dan kawasan komersial). Bagi warga mampu, dengan tanpa maksud mendapat uang dari sampah terpilah, kegiatan menempatkan sampah sesuai jenisnya akan menjadi ladang sedekah/ shodaqoh. Hasil pemilahan sampah, dan kemudian karenanya menjadi bahan baku konversi, tentu saja memiliki nilai ekonomi. Perolehan ini bisa diserahkan bagi kegiatan keagamaan, pendidikan dan sosial, sehingga menjadi amalan baik bagi siapa saja yang melakukannya secara sukarela dan ikhlas (*)

Selanjutnya, http://www.sampah.biz/2015/01/temuan-alat-mesin-konversi-musnah-cara.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!