Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru seperti minyak bakar dan energi panas.

2 Des 2014

Sedekah Dengan Sampah Terpilah Per Jenis, Tumbuhkan Kesalehan Sosial dan Lingkungan

Sampah di rumah, restoran, rumah makan, hotel, sekolah, RS, apartemen, pasar, dan sumber timbulan lainnya bila ada kesediaan melakukan perilaku BerSeka Trash Bin- Memilah Sampah Per Jenis sesungguhnya materi yang dapat diolah menjadi barang baru bermanfaat. Sampah terpilah berdasar jenis diterima CS/Teller Bank Sampah kemudian dengan peralatan teknologi BiophoskkoGas akan dikonversi menjadi bentuk baru. Dengan itu Bank Sampah Posko Hijau - Green Phoskko Organic Product berkemampuan menjadikannya uang guna disalurkan ke Mustahiq/ tujuan sedekah sebagaimana di amanatkan para nasabah.

Sampah Terpilah dapat kami terima meliputi 5 jenis:

1. sampah organik ( berasal dari makhluk hidup) dinilai Rp 50.000/ ton, dijadikan bahan pembangkitan biogas ( bahan bakar engine dan generator listrik),

2. plastik jenis bernilai (PE, PET) seperti botol kemasan air mineral dan sejenisnya dinilai Rp 4,5 juta/ ton guna dikonversi Bank Sampah menjadi biji plastik.

3. aneka jenis plastik campuran ( kresek, styrofoam, pampers, dan sejenisnya) dinilai Rp 250.000/ ton untuk dipanaskan reaktor pirolisis (kedap udara) guna dijadikan minyak bakar kualitas rendah (heavy oil) menjalankan mesin pencacah ad.2

4. sampah kering campuran ( kain, kayu, dan tanaman kering lainnya) dinilai Bank Sampah Rp 100.000/ ton guna digasifikasi menghasilkan panas (kalor) tinggi bagi reaktor pirolisis ad 3,

5. limbah makanan hewani ( tulang, duri ikan dan daging) dinilai Rp 3.000.000/ ton guna dikonversi menjadi pakan ikan probiotik yang dibudidaya dalam lumpur digester biogas.

Sejak dioperasikan awal tahun 2014, data penarikan dana nasabah tahun ke 1 ( 55 % uang tunai, 30 % barter dengan hasil konversi, 15 % disalurkan sebagai sedekah ke rumah Ibadah). Di tahun ke 2 nanti, diharap makin banyak nasabah golongan mampu yang sukarela/ ikhlas menyetor sampah terpilah ke Bank Sampah Posko Hijau, untuk hasilnya dijadikan sedekah yang akan kami salurkan ke rumah ibadah, panti sosial maupun pihak lain yang diamanatkan para nasabah.

AYO BERSEDEKAH DENGAN SAMPAH TERPILAH !!!............Tumbuhkan Kesalehan Sosial dan Lingkungan

Bank Sampah Posko Hijau, Jl Desa Langonsari Pameungpeuk Bandung, Petugas CS/ Teller 0828 19035479 atau hub via Workshop dan Showroom KencanaOnline.Com Jl Raya Banjaran No 390 Pameungpeuk KM 13 Bandung 40376, Telepon/SMS: +6281 572 527 115 Telepon: +62-22-87800115 - 70790116, Peta Jalan klik PETA JALAN,

1 komentar:

  1. Anonim12:23 PM

    Sampah sesungguhnya masalah masyarakat secara bersama. Hal ini karena setiap anggota masyarakat memiliki andil dalam produksi sampah yang ada dalam kehidupannya. Setiap diri sesungguhnya bertanggungjawab terhadap sampah yang telah diproduksinya, sehingga sampah itu tidak berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat secara luas. Setiap diri seharusnya dapat berlaku wise (bijak) dalam memperlakukan sampah, tidak sembarang membuangnya sehingga dapat berdampak buruk bagi kehidupan ekosistem makhluq hidup di sekitarnya. Penyelesaian masalah sampah tidaklah dapat diselesaikan dari aspek hilirnya saja, yaitu dengan pendirian TPA atau tempat pengolahan sampah yang sejenis, tetapi harus dilakukan melalui pendekatan di hulu yaitu melalui upaya penyadaran setiap anggota masyarakat untuk turut serta mengelola sampah yang diproduksi oleh lingkungan terkecilnya.
    Sampah secara filosofis sebenarnya dapat menjadi benda yang berharga dan bermanfaat, apabila dikelola dengan baik. Pemahaman masyarakat yang salah terhadap sampah berdampak pada pelakuan yang salah pula terhadapnya. Sebagian besar masyarakat masih menganggap sampah sebagai musuh yang harus diperangi, sehingga masih banyak yang menyia-nyiakan sampah, bahkan tidak jarang yang mematikan potensinya. Perilaku membakar, menghanyutkan ke sungai dan membuang sampah di sembarang tempat menjadi kebiasaan buruk yang masih dilakukan oleh sebagian besar masyarakat. Perilaku ini muncul dikarenakan rendahnya pemahaman dan kesadaran akan makna dan fungsi sampah, yang sesunguhnya dapat dijadikan sumberdaya bernilai yang dapat diolah dan didayagunakan menjadi barang-barang berharga dan bermanfaat.
    Sampah dapat menjadi barang berharga jika dapat dipilah sejak dihasilkannya. Sampah yang telah dipilah merupakan bahan baku (raw materials) yang ditunggu-tunggu oleh perusahaan-perusahaan daur ulang. Perusahaan kertas membutuhkan sampah kertas, perusahaan plastik membutuhkan sampah plastik, perusahaan logam membutuhkan sampah logam, dan perusahaan gelas membutuhkan sampah beling/kaca. Hampir semua jenis sampah anorganik dapat dijual ke perusahaan melalui pengepul, sehingga sampah tersebut dapat dinilai harganya. Pengelolaan sampah yang baik dan benar, tidak hanya berdampak pada pelestarian ekosistem makhluk hidup, tetapi juga dapat dijadikan sumber kebaikan dengan menjadikannya sebagai alat untuk bershodaqoh.
    Proses shodaqoh sampah dapat dilakukan oleh orang perorang atau komunitas masyarakat. Setiap anggota masyarakat dapat berperan sebagai pemberi shodaqoh, dengan terlebih dahulu memilahnya di rumah. Masyarakat dapat membentuk pengelola sampah khusus yang bertugas untuk mengelola sampah yang telah dipilah oleh masing-masing keluarga. Setelah terkumpul dalam jumlah banyak, pengelola sampah dapat menjualnya ke pengepul. Hasil penjualan selanjutnya dapat digunakan untuk kegiatan sosial, baik itu bea siswa, santunan fakir miskin, dan lain sebagainya. Melalui ini pula masyarakat dapat mengembangkan dan menguatkan kembali kekuatan modal sosial yang dimilikinya.

    http://muhammadiyahgoesgreen.blogspot.com/2011/09/menjadikan-sampah-sebagai-media.html

    BalasHapus

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!