Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru seperti minyak bakar dan energi panas.

13 Jun 2014

Pemusnahan Konversi Jadi Energi Dukung Sukses Bank Sampah di TPS 3R


Kehadiran paket teknologi Biogas-Pirolisis- Kompos-Gasifikasi   dalam paket teknologi BiophoskoGas berbasis CDM (Clean Development Mechanism) melalui penerapan 3R (Reuse-Reduce-Recycle) akan mewujudkankan pengelolaan sampah perkotaan mencapai sistim produksi bersih (zero wate). Pengelolaan TPS hampir tidak mengeluarkan emisi dan juga tanpa menyisakan residu untuk dibuang ke TPA.

Pembuatan rangkaian pipa outlet emisi dari gasifier sebagai sirkuit tertutup (close circuit), selanjutnya dikondensasi dengan cara dilewatkan serta dijadikan pemanas ( calorie fire) digester, ujung pipa outlet diinjeksikan ke lumpur (slurry) biogas. Injeksi syn gas kedalam lumpur fermentasi biogas akan menaikan kualitasnya menjadi insektisida organik bertambahnya H2S, amoniak dan partikulat.

Keberadaan Gasifier Sampah TPS 3R mendorong pengelolaan sampah di masyarakat dapat dijalankan melalui mekanisme ekonomi oleh suatu Bank Sampah. Pengelolaan sampah yang ditimbulkan oleh warga dapat dituntaskan dengan pemusnahan secara konversi di TPS 3R menjadi energi dan pupuk tanpa harus mengeluarkan biaya pembuangan ( mobilisasi dan bongkar muat) ke TPA. Sampah dipilah berdasar 5 jenis eliputi :

1. sampah organik ( berasal dari makhluk hidup), dijadikan bahan pembangkitan biogas dalam digester Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk

2. plastik jenis bernilai (PE, PET) seperti botol kemasan air mineral dan sejenisnya dipanaskan dalam reaktor pirolisis (kedap udara) dijadikan minyak bakar
 3. aneka jenis plastik campuran ( kresek, styrofoam, pampers, dan sejenisnya) dijadikan minyak bakar kualitas rendah
  
4. sampah kering campuran ( kain, kayu, dan tanaman kering lainnya) dimasukan reaktor gasifikasi menghasilkan panas (kalor) tinggi bagi reaktor pirolisis ad 2 dan ad 3,
  
5. limbah makanan hewani ( tulang, duri ikan dan daging) dijadikan tambahan pakan lele yang dibudidayakan dalam lumpur digester biogas.


Kelima jenis sampah akan memberi nilai tambah, dengan itu menjadi dasar penetapan insentif bagi penimbul sampah ( rumah tangga, kawasan komersial, sekolah) melakukan cara BerSeka Trash Bin- Memilah Sampah Per Jenis 
Keberadaan paket teknologi BiophoskkoGas terdiri dari rangkaian teknologi Biogas-Pirolisis-Komposter- Gasifikasi menjamin berjalannya pemusnahan sampah secara konversi jadi energi mendukung sukses Bank Sampah di TPS 3R. Paket teknologi dan pelembagaan Bank Tabungan Sampah Posko Hijau sejalan dengan UU No 18 tahun 2008 menjelaskan tentang pengelolaan sampah, diantaranya penanganan sampah dengan cara 3R dimulai dari rumah tangga. Permen PU no 21 tahun 2006 juga membahas strategi nasional mengenai penanganan sampah, pengelolaan sampah harus mulai dari sumbernya diantaranya rumah tangga. (*).

4 komentar:

  1. Bank sampah dapat sekaligus terdukung dengan musnahnya sampah menjadi produk baru yg lbh bernilai....

    BalasHapus
  2. luar biasa, terima kasih informasinya. sangat bermanfaat untuk menciptakan lingkungan yang bersih.

    BalasHapus
  3. Pemilahan sampah menajdi 5 kelompok, masing2 bisa diberikan insentif sesuai dengan nilai perolehannya. Misal, plastik PET bahan baku pembuatan minyak bakar dihargai Rp 1500/kg

    BalasHapus
  4. Membalik paradigma mengelola sampah memerlukan bahan bakar menjadi menghasilkan energi

    BalasHapus

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!