Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru seperti minyak bakar dan energi panas.

13 Mei 2014

Pembangkitan Energi dan Produksi Pupuk di Wisata Teknologi Organik Bandung Selatan

Terletak di lokasi Jl Desa Langonsari Pameungpeuk Bandung Selatan, bukan saja akan diperoleh pengetahuan dan pengalaman praktek namun, di bengkel yang sekaligus dijadikan tempat wisata teknologi Posko Hijau ini terdapat kantin menyajikan makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Pengunjung bisa mencoba aneka makanan dan minuman, serta khususnya ikan hasil kompos cair (tanpa pakan buatan) yang dimasak dan dipanggang menggunakan biogas.

Dengan tren kenaikan perhatian masyarakat kepada teknologi organik, kini terbuka bagi siapapun datang berkunjung ke bengkel Posko Hijau untuk melihat dan ikut praktek mengolah biomassa ( sampah, limbah ternak, gulma air, gulma kebun dan limbah industri pertanian) menjadi bahan bakar pembangkit panas thermal ( kompor, tungku, grill ikan), bahan bakar generator biogas menghasilkan listrik serta menjalankan aneka mesin pertanian, alat teknik perbengkelan dan mesin kendaraan. Dengan keberadaan bengkel Posko Hijau diharapkan memberi pendidikan kepada masyarakat umumnya dan siswa peserta didik tentang berbagai aspek yang terkait dengan biomassa dan sampah.


Sebagaimana diketahui, masalah sampah (sebagai bagian biomassa) di hampir semua kota di Indonesia makin terbuka ke permukaan. Di bengkel Posko Hijau diberikan paradigma baru bahwa sebagai material sisa dari setiap proses, sampah memiliki keterpakaian dalam proses lainnya. Sampah organik dengan Komposter BioPhoskko bisa digunakan bagi pembuatan pupuk kompos, bahkan lebih maju lagi dengan instalasi Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk dilakukan pembangkitan biomethan ( subtitusi BBM generator, energi bakar dan panas) dan anorganik bisa di daur ulang menjadi barang baru. 

Sebagai salah satu ikhtiar meluaskan model pengelolaan sampah dan biomassa, bengkel tujuan wisata teknologi ini menyediakan peraga, yang dapat dicoba dioperasikan langsung oleh para pengunjung,  antara lain :

1. Peraga teknik pengolahan sampah menjadi bahan Pupuk dan Pemupukan,
2. Peraga pembangkitan biomassa menjadi energi (bahan bakar) biogas,
3. Peraga media tanam dari kompos dalam pot bertingkat (vertikultur)
4. Peraga pemanfaatan lumpur biogas berupa pupuk cair sebagai media kolam ikan.
5. Peraga aplikasi biogas menjadi bahan bakar mesin (engine),
menjalankan generator listrik serta membangkitkan energi thermal ( kompor, tungku, pemanggang ikan (grill).
6. Peraga mesin pengelolaan sampah anorganik plastik ( pencucian, press hidrolik)


Dengan pemberian pengetahuan bahwa kehidupan manusia bergantung kepada ekosistem atau sistem lingkungan (air, cahaya dan nitrogen) untuk berlangsungnya fotosinetis dalam "subtansi hijau" chlorofil tumbuhan, diharapkan timbul kesadaran kolektif memelihara ketiga unsur itu agar berkelanjutan (sustainable) keberadaannya. Kerusakan sumber air dan siklus hidrologi, tercemarnya udara pemberi nitrogen (N2) serta meningkatnya emisi metan (CH4) perusak intensitas cahaya matahari telah dan akan menjadi penyebab perobahan iklim ekstrim sekaligus terganggunya proses fotosintetis tumbuhan.

Pembiaran terhadap masalah sampah, dan biomassa pada umumnya, akan mengancam kerusakan ekosistem dan selanjutnya menjadi ancaman besar bagi kelangsungan hidup manusia dan kemanusiaan. Menaiknya suhu rata-rata bumi, genangan air hingga banjir bahkan punahnya spesies binatang dan tumbuhan karena perobahan iklim.

Pembelajaran pembangkitan energi dan produksi pupuk di wisata teknologi organik Posko Hijau di Bandung Selatan nampaknya cukup membuka wawasan kepada remaja dan siswa sekolah khususnya, maupun kepada korporasi dan masyarakat luas (*) 

Selanjutnya, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!