Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru seperti minyak bakar dan energi panas.

15 Des 2013

Membuat Kompos Secara Modern, Higienis dan Cepat


Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik 
Instalasi Produksi Kompos skala Komunal
Dekomposisi Organik Aerobik
Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.
Dalam mendukung pembuatan kompos sesuai kaidahnya diatas, agar tidak menimbulkan persepsi salah seolah membuat kompos dari sampah itu rumit, berbau dan lama, dibawah ini disajikan alat perlengkapan membuat kompos secara higienis dan modern.
 
 
Mesin Kompos Biophoskko
Komposter tipe Rotary Kiln adalah media penyimpan dan pengolah adonan berbagai bahan organik dalam proses pembuatan kompos per batch produksi. Adonan itu sendiri berasal dari sampah organik yang telah dikecilkan ukurannya hingga 15 sd 20 mm oleh Mesin Pencacah Organik (MPO). Sisa sayuran, makanan, daging dan ikan ( food waste) serta material lain dan berasal dari makhluk hidup ( hewan, manusia dan tumbuhan) dengan bantuan aktivator bakteri Green Phoskko® ( GP-1) dan penggembur (bulking agent) Green Phoskko® ( GP-2), dalam komposter tipe Rotary Kiln ini, hanya 5 hari, akan terurai dengan praktis, cepat, higienis kembali ke asalnya, yakni material menyerupai sifat tanah.

Temperatur Proses Kompos dalam rotary Kiln
Fungsi utama Rotary Kiln adalah memberikan dan mengelola kondisi bagi terjadinya dekomposisi oleh jasad renik ( mikroba pengurai dari aktivator). Komposter menjaga suhu, kelembaban dan kadar air, serta menjaga PH bagi berlangsungnya fermentasi oleh mikroba dalam kondisi optimal.

Pilihan Kapasitas dan Model Mesin
Dengan kondisi yang dibuat oleh alat mesin ini, dekomposisi dalam pembuatan kompos tidak lagi memerlukan lahan luas dan menimbulkan polutan bau - sebagaimana teknik bedeng terbuka ( open windrows) seperti di kebun dan perdesaan- melainkan menjadi cepat, higienis, bersih, tidak mengganggu lingkungan. Kebutuhan lahan lebih sedikit, dibanding memakai cara lama yakni metoda bedeng ( open widrows). Dan, dengan mesin komposter tipe Rotary Kiln, bisa ditampung pupuk organik cair- yang harganya jauh lebih mahal dibanding kompos padat.
Membuat Kompos dengan Rotary Kiln Manual



  Dengan tersedianya alat peralatan membuat kompos, pengelolaan sampah di sumber timbulannya dapat dilakukan secara modern, higienis dan cepat

selanjutnya ..Pupuk Kompos (Jaringan Posko Hijau): Alat dan Bahan Produksi Kompos Secara Modern

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!