Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru seperti minyak bakar dan energi panas.

20 Nov 2013

Kemelimpahan Biomassa dan Sampah, Berkah atau Petaka ?

Tiap 1 ton biomassa ( kotoran ternak, gulma kebun, gulma perairan, sampah organik, limbah pertanian, perkebunan dan industri pengolahan pangan) berpotensi menimbulkan 40 m3 gas methan. FYI, daya rusak methan (CH4) adalah 21 kali dibanding CO2 yang dikeluarkan kendaraan dan pabrik. Tanpa pengelolaan biomassa, sanitasi lingkungan dan ekologi perkotaan memburuk, pemanasan global bertambah 280.000 k kal ( dihasilkan dari 1 m3= 7.000 k kal/ m3 biometan x 40 m3).

Ikhtiar memerangkap gas yang dihasilkan dari fermentasi tiap 1 ton biomassa dalam " digester by design" akan dihasilkan Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk secara terkelola, kemudian ketika dimurnikan dari kandungan pengotor (impurities) seperti H2S, CO2, NH4, dan Xyloxan, biogas akan menjadi suatu gas CH4 ~ 80 % up atau, kemudian disebut, biometan.

Biometan dari fermentasi 1 ton biomassa ~ 40 m3 adalah material baru dengan nilai kalor setara Compressed Natural Gas (CNG). Dengan kualitas biometan, CH4 dapat dikompresi kedalam tabung bertekanan, memiliki kalor tinggi sebagai bahan bakar generator listrik dalam PLTBM - Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa dengan output 40 KWH, atau ketika digunakan sumber panas ( dhi kompor, burner) akan memiliki kesetaraan kalor dengan 19,2 kg LPG.

Dan, disamping perolehan diatas itu, 1 ton biomassa hasilkan 400 kg pupuk padat serta 600 liter pupuk organik cair (POC), yang nilai harganya (biometan dan pupuk) akan setara Rp 1.288.000.

Manfaat besar dari kemelimpahan biomassa Indonesia, jika tanpa dikelola, alih-alih mensejahterakan rakyat, bahkan, kemelimpahan sumberdaya tersebut justru bisa jadi petaka lingkungan dan, tentu saja itu mubadzir. Padahal, rakyat negeri ini sangat mendamba sumber2 energi baru maupun lumpur pembangkitan biogas sebagai bahan dalam Pupuk dan Pemupukan


Kemelimpahan biomassa termasuk sampah organik bisa menjadi berkah sekaligus petaka. Akankah kita berdiam diri ? Terus membiarkan kemubadziran ini berlangsung ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!