Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru.

24 Jun 2011

Cara Pengelolaan Sampah Menjadi Kompos di kawasan pabrik PT. Pupuk Kaltim, Tbk

Ada yang unik di PT Pupuk Kaltim. Sebagai salah satu penghasil urea terbesar di Indonesia, yaitu memproduksi urea sekitar 2,98 juta ton per tahun, untuk memelihara dan menghijaukan tanaman di lingkungannya, selama ini PKT ternyata sama sekali tidak pernah menggunakan pupuk urea.

Masalah sampah sebenarnya justru berpotensi ekonomi, itu seandainya dikelola dengan baik,. Di kawasan PT Pupuk Kaltim (PKT) misalnya, barangkali bisa dijadikan contoh. Sejak tahun 1990-an, sampah domestik sebanyak 20 m3 yang dihasilkannya telah ditangani dengan sangat baik. Tiap bulan, Tempat Pengolahan Sampah (TPS) yang dimilikinya menghasilkan belasan ton kompos.

Sejak pekan lalu, dengan adanya penambahan 17 unit Composter, TPS milik PKT kini dapat menghasilkan 30-an ton kompos tiap bulan. Ada peningkatan 100 persen dari sebelumnya. Dengan tenaga kerja sebanyak 13 orang, dengan harga Rp2.000,- per kilogram misalnya, setidaknya Rp60 juta bisa diraup tiap bulan. Suatu peluang bisnis yang menggiurkan tentunya.

Padahal, di sejumlah kota, sampah nyaris selalu saja menjadi sumber masalah. Di samping seringkali menimbulkan bau tak sedap, sumber berbagai penyakit, juga soal keterbatasan lahan TPS, nyaris selalu tak terpisahkan dari masalah sampah.

Di Kalimantan Timur, PKT barangkali telah menjadi pionir dalam pengolahan sampah menjadi kompos ini. Sejak Centre for Pulicy and Implementation Study (CPIS), sebuah LSM lingkungan di Jakarta, merintis dan memprakarsai, serta menggelar pelatihan tentang pengolahan sampah organik menjadi kompos, manajemen PKT langsung mengikutsertakan beberapa stafnya untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Sejak itu, sampah domestik, baik dari pabrik, anak perusahaan, perumahan BTN PKT maupun dari Perumuhan PC VI, semuanya diolah menjadi kompos. Sebuah bangunan yang cukup apik, berukuran 25 X 35 meter, sejak itu juga langsung didirikan.

“Dengan adanya tambahan alat yang disebut Composter sebanyak 17 unit, kini TPS PKT dapat menghasilkan kompos sebanyak sekitar 30 ton per bulan,” ujar Kabid Pengelolaan Kawasan (Lolasan), Departemen Pelayanan Umum Pupuk Kaltim, Marsidik Suhariyanto, didampingi staf Bidang Pelestarian Lingkungan (PL), Poltak H. Sitinjak.

Menurut Marsidik, dengan adanya 17 unit composter, maka waktu pematangan kompos menjadi lebih cepat. Penanganannya juga lebih sederhana, tak memerlukan banyak tenaga dan tidak ribet. Semula, kata Marsidik, masa pematangan kompos setidaknya memerlukan waktu 35 – 40 hari. Itu pun, ujar dia, untuk pematangan komposnya, tumpukan sampahnya harus dibolak-balik secara rutin, untuk mencegah naiknya temperatur sampah. Dengan adanya tambahan alat composter, ujar Marsidik, masa pemanenan kompos hanya memerlukan waktu 5 – 9 hari saja. Itu sudah termasuk pendinginan kompos selama dua hari.

“Dengan tambahan alat composter, rata-rata dalam waktu seminggu, kompos sudah jadi dan matang,” ujar Marsidik. Menurutnya, memang ada sesuatu yang unik di PKT. Sebagai salah satu penghasil urea terbesar di Indonesia, yaitu memproduksi urea sekitar 2,98 juta ton per tahun, untuk memelihara dan menghijaukan tanaman di lingkungannya, selama ini PKT ternyata sama sekali tidak pernah menggunakan pupuk urea.

Menurut Marsidik, baik untuk pemeliharaan tanaman taman, pohon pelindung dan untuk pembibitan, serta kebutuhan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan perkantoran dan perumahan dinas PC VI, maupun Lapang Golf Bukit Sintuk, sejak puluhan tahun yang lalu, semuanya hanya menggunakan pupuk kompos.
“Penggunaan pupuk kompos ini, memang sangat baik,” ujar Marsidik. Di samping dapat menyuburkan tanaman, dengan adanya kompos, unsur hara tanah juga dapat diperbaiki.

Di tempat yang sama, Poltak H. Sitinjak menjelaskan cara kerja composter. Alat berbentuk silinder dan tiap hari secara hidrolik harus diputar selama 15 menit, itu berkapasitas satu ton sampah organik. Nantinya, kalau sudah menjadi kompos, menurut Poltak lagi, setidaknya bisa menghasilkan 400 kg kompos. Sebelum composter diisi sampah dan ditutup rapat, tambah Poltak, lebih dulu harus dipercik air sebanyak 20 liter yang telah dicampur delapan sendok makan activator, sehingga proses pembuatan kompos menjadi lebih cepat.
“Dengan adanya composter ini, di samping pembuatan kompos menjadi lebih cepat dan simpel, juga bisa menghemat tempat,” ujar Poltak H. Sitinjak. Menurutnya, tumpukan-tumpukan sampah organik yang telah dipotong-potong oleh alat pencacah, langsung dimasukkan ke composter. Dengan adanya alat pencacah, praktis, ranting-ranting kayu, rumput dan daun-daun yang lebar, serta kertas bekas dan lainnya, ukurannya menjadi kecil-kecil seperti serbuk.

“Karena itu, kompos yang dihasilkan juga tak perlu lagi diayak, karena sudah lembut,” kata Poltak. Ia mengakui, sebelum memiliki composter, kompos yang dihasilkan memang masih kasar, sehingga agar siap digunakan, sebelumnya harus diayak lebih dulu. Cara pengelolaan sampah menjadi kompos di kawasan pabrik PT.Pupuk Kaltim, Tbk kini menjadi perhatian banyak pihak.

Poltak menambahkan, karena pengelolaannya yang bagus, TPA yang ia koordinir itu seringkali menjadi tempat studi banding, baik dari Kaltim sendiri, misalnya Samarinda, Tenggarong, Sangatta, juga dari Jakarta. (Mudjib Utomo)
http://www.pupukkaltim.com/ina/news/index.php?act=news_detail&p_id=1182

Pupuk Kompos (Jaringan Posko Hijau): Cara Pengelolaan Sampah Menjadi Kompos di kawasan pabrik PT. Pupuk Kaltim, Tbk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!

Poskan Komentar

Visi Pengelolaan Sampah

Visi Pengelolaan Sampah
Gasifier GS 100 adalah rangkaian alat pembangkit bahan bakar gas, kalor dan minyak bakar (heavy oil) dari bahan baku sampah anorganik (biomassa dan plastik). Rangkaian alat bekerja sedemikian rupa saling terhubung antara proses gasifikasi, pirolisa dan anaerobic digestion membentuk suatu metoda BiophoskkoGas (Biogas- Pirolisis- Komposter-Gasifier). Didedikasikan bagi konversi pemusnahan sampah di TPS 3R skala pemukiman maupun area komersial (kawasan industri, niaga, rumah toko, mall, apartemen, hotel, pabrik dan pasar) dengan karakteristik umumnya terdapat cairan sampah (licid), tercampurnya aneka jenis sampah serta dekat pemukiman. Rangkaian pertama, bagi proses gasifikasi pada Gasifier GS 100 terbuat dari logam Mild steel (MS) 7 mm dengan ketebalan bata tahan api (castable/refractory brick) min 7 cm, ketahanan menerima beban temperatur tinggi 1500° C. Gasifier dilengkapi burner berbahan bakar biogas (series 304 memiliki flame temperature hingga 500° Celcius), siklon (cyclon) pemisah debu kasar, pengendap tar serta filter penyaring debu halus dan asap ( ElectroStatic Precipitator (ESP) serta sistim turbin pembangkit listrik ( alternator generator, blade, controller). Keluaran asap dan emisi telah diuji memenuhi syarat baku mutu lingkungan yang dipersyaratkan standar lingkungan. Di ruang lain, sebagai rangkaian ke-2, diatas gasifier (combustion chamber) terpasang reaktor pirolisis berupa silinder kedap udara ( tidak ada keluaran emisi) terbuat dari Plat stainless dilengkapi lubang pengumpan (hopper) bijih plastik secara kontinyu serta pendingin (kondensat) berupa pipa. Sistim pirolisis memiliki kapasitas konversi (convert capacity) 2,5 kg biji plastik per jam atau 60 kg biji plastik atau setara dengan pengolahan sampah plastik (sebelum pencacahan) 0,1 ton/ hari menjadi 54 liter minyak bakar/ hari. Reaktor mampu mengubah sampah plastik menjadi minyak bakar (fasa cair) yang dapat diaplikasikan langsung (direct use) sebagai bahan bakar ( boiler, insinerator) maupun pencampur kerosine bagi mesin diesel dan generator (engine statis dong Feng dan sejenisnya). Rangkaian ke 3 berupa PLTBM - Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa 30616 terdiri dari 1 unit reactor digester 3 m3, 1 unit pemurnian biogas ( methane purifier) MP 12135 (PVC), gas holder kapasitas 5,3 m3, 1 unit generator BG 2 KVA (genset biogas daya 2000 watt), bakteri aktivator metanogen GP-7 untuk 1 bulan serta perlengkapan instalasi ( kompresor mini, slang, valve, hingga fasilitas menyalakan kompor dan generator).

Rotary Kiln Elektrik RKE-2000L Bagi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Rotary Kiln Elektrik RKE-2000L Bagi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas
Tuntutan kepraktisan dalam pengelolaan sampah melahirkan inovasi baru komposter type Rotary Kiln Biophoskko® RKE 2000L. Agar makin menguntungkan, pengguna kini dapat memilih Rotary Kiln Elektrik (RKE 2000L) dengan keperluan daya 7 HP.

Komposter Elektrik KE-100 L Alat Olah Sampah di Rumah Tangga

Komposter Elektrik KE-100 L Alat Olah Sampah di Rumah Tangga
Tuntutan kebutuhan untuk makin praktisnya pengolahan sampah rumah tangga telah melahirkan inovasi baru komposter dengan proses menggunakan listrik ( elektrik)

Digester Biogas BD 7000L

Digester Biogas BD 7000L
Digester Biogas BD 7000L memiliki kekuatan menahan tekanan gas hingga 5 kg/cm2 dan memiliki daya tahan reaktor antara 10 hingga 20 tahun ini. Dibuat dari fiberglass bahan resin eternal 2504, jenis mat Wr 200 (mat anyam) dan mat 300 (acak), ketebalan 3 - 5 mm, mampu memfermentasi 3 m3 sampah dan biomassa setiap hari setelah siklus penguraian pertama 7 hari pertama. Sampah dan berbagai bahan organik (limbah peternakan, sampah makanan, sisa masakan, tinja/ feces, limbah kebun dan industri pangan) dapat terus menerus ditambahkan ke lobang pemasukan (intake chamber), dan akan diurai oleh bakteri metanogen (anaerobic activator Green Phoskko (GP-7). Proses awal, 7 m3, hanya 7 hari telah mulai mengeluarkan gas methana (CH4) dan tersimpan di bagian atas tabung atau reaktor biogas (gas holder).

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150
Alat pemurnian biogas (methane purifier 24150) terbuat dari tabung logam stainless, diameter 24 inch ( 30 cm) dengan tinggi 150 cm, memiliki silinder media (berisi pellet penyerap 25 kg), memiliki kekuatan menahan tekanan lebih dari 10,5 bar, dan berkapasitas memurnikan aliran hingga 40 m3/ hari biogas hasil pembangkitan digester. Alat ini berfungsi sebagai pemerangkap (absorbers) karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), dan air (H2O) sehingga menaikan komposisi kandungan gas metan dalam total biogas. Prinsip kerja alat pemurnian biogas ini adalah peran pellet penyerap (absorbers) terbuat dari campuran aneka mineral tambang yang teraktivasi dan termodifikasi larutan kimia, antara lain dengan basa kuat NaOH. Pellet penyerap pada tabung dapat diganti ( refill ) per setiap 2 (dua) bulan pemakaian atau diregenerasi dengan perlakuan tertentu hingga bisa digunakan sampai 1 tahun.

Genset Biogas BG 5000 W

Genset Biogas BG 5000 W
Generator (Genset) Bio Elektrik BG 5000 W berbahan bakar gas metan ini merupakan kelengkapan ( compatible) bagi digester type BG 7000L dalam mengolah sampah dan biomassa (aneka bahan organik) guna merobahnya menjadi energi listrik. Genset modifikasi ini menyediakan listrik dengan daya hingga 5000 watt. Pilihan penggunaan gas metan sebagai bahan bakar bagi pembangkitan tenaga listrik dari Genset Bio Elektrik, disamping secara konvensional sebagai bahan bakar menyalakan kompor juga mendukung usaha kecil UKM dan maupun perumahan dalam mendapatkan daya listrik secara murah. Penimbul sampah organik (tinja/feces, sisa masakan, sisa makanan/food waste, kotoran ternak sapi maupun ayam) serta biomassa lain ( gulma kebun, gulma air) pada rataan 3 m3/ hari akan sesuai bagi genset Bio Elektrik BG 5000 W ini. Dengan kehadiran instalasi BD 7000 L dan BG 5000 watt, penimbul sampah organik (restoran, food beverages hotel, peternak, restoran, perumahan, kawasan komersial mall dan pabrik) tidak perlu membeli bensin premium/ solar maupun membayar listrik bagi perolehan daya hingga 5000 W ( lebih dari 5 jam per hari) atau setara dengan 25 KWH ( kilo wattt hour) per hari.

Aktivator Pembangkit Metana Green Phoskko® [ GP-7]

Aktivator Pembangkit Metana Green Phoskko® [ GP-7]
Green Phoskko® (GP-7) Activator pembangkit gas metana (@ 250 gr/ Pack) sebagai pengurai secara fermentatif sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara (tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik. Dalam lingkungan mikro yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini (kedap udara, material memiliki pH >6, kelembaban 60 %, dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/N ratio tertentu) akan memfermentasi sampah dan bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya). Kemasan Green Phoskko® (GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [@ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+)

Mekanisme Konversi Musnah Aneka Sampah Per Jenis

Mekanisme Konversi Musnah Aneka Sampah Per Jenis
Perolehan hasil pemusnahan tergantung kandungan kalori dari komposisi jenis bahan baku isian (sampah atau biomassa). Berdasar data kondisi TPS di Indonesia, setiap hari akan diperoleh daya listrik. Besaran energi listrik digunakan untuk menjalankan gasifier ( 2 blower 250 w, motor intake sorong bagi pemasukan bahan baku, intake screw press, pompa consor pendingin dan penerangan area TPS 3R) dengan demikian Gasifier GS 100 bekerja tanpa memerlukan BBM maupun listrik PLN. Sementara output netto (keluar) terdiri dari 100 liter lumpur probiotik ( bagi penumbuh plankton pakan ikan), residu (abu, arang atau kerak slag) sebesar 1-4 % setara 100 kg dari tiap 2,4 ton berat bahan baku isian (bbi). Abu keluaran gasifier ini baik digunakan bahan pembuatan batako maupun campuran semen kontruksi.

Cari Sampah Organik di Google

Memuat...