Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru seperti minyak bakar dan energi panas.

26 Des 2006

Komposter Alat Pengolah Sampah, Ikut Perindah Kota Batam

Predikat Kota Batam sebagai Kota MICE ( Meeting- Incentive- Conference- Exhibition) sebenarnya sangat layak jika mengingat kedekatan akses kota Batam ke Singapura- Johor dengan jarak tempuh hanya 1 jam dan dengan biaya perjalanan sekitar Rp. 200.000,- saja; Dan bahkan memiliki kerjasama SIJORI ( Singapura-Johor – Riau) - yang mendekatklan ke tiga wilayah ekonomi maju di Semenanjung ini hingga terdapat pembebasan fiskal bagi penduduk Kepulauan Riau menyeberang berdagang ke Singapura dan Johor. Kota ini juga adalah pintu gerbang perdagangan bagi Indonesia ke Asean, disamping memiliki potensi industri karena infrastruktur Batam sangat menunjang bagi berkembangnya industri. Namun, memang agak kurang sedap jika lihat sampah dan kebersihan kotanya. Sangat kontras dibandung Singapura bahkan Johor - sebagai mitranya dalam SIJORI ecomomic growth area ini. Kota - yang banyak dikunjungi warga Malaysia dan Singapura setiap pekan ini - karena bisa ditempuh hanya 1 jam menggunakan Fery dari Harbourfront Singapura serta dari Stulang Laut Port Johor, tentu menyimpan potensi bagi display produk Indonesia pada umumnya. Namun, orang Singapura tentu saja agak miris juga jika kota - yang sebenarnya megah ini kurang baik mengelola kebersihan kotanya serta nampak warga pun agak kurang memelihara Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta taman- di depan pekarangan rumah serta apartemennya
Tentang kebersihan, harian Tribun Batam ( 22 Desember 2005) memberitakan :

Asyari mengatakan, Pemko Batam akan menyediakan hadiah sebesar Rp 10 juta untuk lingkungan terbersih di 14 titik yang menjadi parameter KLH saat melakukan penilaian. Namun yang lebih penting lagi bagaimana supaya masyarakat terbiasa dengan lingkungan yang bersih. Sedangkan bagi daerah terkotor akan dipasangi bendera hitam.

Sebelumnya Penjabat Wali Kota Batam, Manan Sasmita mengatakan predikat terkotor nomor empat untuk Batam, akan dijadikan sebagai pemicu supaya ke depan terus bergiat menciptakan Batam sebagai kota bersih.
Ia mengatakan, perlu memacu kebersihan di Batam, supaya tahun depan tidak lagi termasuk sebagai kota terkotor. "Saya masih optimis Batam bisa menjadi kota yang bersih. Kita ingin penilaian kedua Februari-Maret 2006, peringkat Batam bisa berubah,"papar Manan usai memimpin rapat koordinasi dengan stafnya di kantornya Senin (19/12) lalu.
Ada 14 parameter penilaian yang dilakukan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). Ke- 14 parameter tersebut adalah perumahan menengah dan sederhana, jalan arteri, jalan kolektor, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, terminal bis/angkot, pelabuhan/muara sungai, rumah sakit dan puskesmas, taman kota, sungai dan kanal, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan pengomposan.Dalam surat kemetrian lingkungan hidup yang ditujukan ke Wali Kota Batam dengan nomor B-6290/Dep.II/LH/12/2005 tentang hasil pemantauan pertama program Adipura untuk tahun 2005-2006, Batam mendapat peringkat terendah alias terkotor.

Sementara Kepala bidang (Kabid) Lingkungan Hidup Provinsi Kepri, Zulfakar mengatakan pengumuman kota-kota yang termasuk kota bersih dan kota-kota kotor, tujuannya supaya daerah bisa intropeksi dan memotovasi diri bila mendapat predikat kotor.(hat)


Benarkah kurang baiknya soal sampah di Batam ini semata soal kultur masyarakat atau jangan-jangan kota Batam memang memiliki jenis tanah PMK ( Podzolik Merah Kuning) dan kurang subur sebagaimana sama halnya Semenanjung Malaysia ? Bukankah Kota ini dan kepulauan ini memang tidak memiliki gunung berapi ( Volcano) yang memberikan kesuburan ?

Permasalahan sampah sebagai biang keladi di semua kota termasuk Batam itu kini mulai memiliki harapan dengan munculnya PT VC Sinar Kencana mengenalkan Komposter BioPhoskko pada "Sundanesse Expo" di Nagoya Hill selama 7 hari mulai 21 hingga 28 Desember 2006. Expo yang dimotori Kadin Kota Batam dan Kota Bandung diantaranya mengenalkan komposter – yang juga berdasar pengalaman telah disambut dan digunakan tersebar di Kota Bandung, Selangor Malaysia, Jakarta, Tangrang, Bogor serta Surabaya dan banyak kota lainnya di Indonesia.
Dalam kesempatan silaturahmi Kadin Kota Bandung dan Kota Batam di Godeva Coffe Nagoya Hill, dimana hadir sesepuh Kota Batam- yang juga adalah sesepuh Sunda pemilik "Graha Soelaeman" di kawasan Nagoya Hill yakni Rd H. Soelaeman, kepala Indag Kota Batam, ketua dan Pengurus Kadin kedua Kota serta para pengusaha dari Batam dan Bandung serta para peserta Expo- ikrar memerangi sampah pun tercetus. Pada event itu, para pembicara antara lain Ketua Dekopin Batam, Ketua KADIN Batam, Koperasi dan beberapa LSM di Batam menginginkan penyebaran komposter Biophoskko di Batam secara segera. Mengingat peranan komposter sangat relevan dengan keadaan Kota Batam saat ini yakni mengolah sampah sambil sekaligus menyediakan kompos bagi perbnaikan lahan Batam. Para peserta mengomentari pentingnya memasyarakatkan komposter ke berbagai Dinas Instansi dan Balai ( DIBALE) se Kota Batam, pengelola pasar, lingkungan indutri kecil, hotel dan restoran serta masyarakat pada umumnya.

Esoknya, 26 Desember 2006, media massa setempat, salah satunya Batam Pos dari Koran Jawa Pos Grup menulis sekaligus 2 artikel tentang Komposter BioPhoskko® ( beritanya Klik aja ini ) dan juga ulasan bisnis berwawasan Lingkungan ( juga klik aja ini ) - sebagai trend yang harus diiikuti para pengusaha. Pelaksanaan Ekpo “Sundanesse” kali ini, kendati tiap harinya diguyur hujan sepanjang pagi dan sampai sore namun, cukup lumayan menarik minat maryarakat Batam. Sang Manager Promosi BBD PT CVSK pun dengan senanghati dan mempercepat balik Bandung karena barang - yang dipajang di stand dan baru buka 2 hari setelah opening ini - langsung mendapat perhatian serta menghabiskan beberapa artikel produk CVSK seperti kompos Green Phoskko dan penggembur kompos. Beberapa pengusaha pun meminati menjadi agen, yang kemudian ditengahi Ketua KADIN Batam guna dihandle dulu oleh figur pengusaha yang aktif di KADIN, mendapat dukungan Keperasi serta juga aktifis Paguyuban Pasundan Batam- dan itu tiada lain Pak Obos Bastaman dengan Koperasi Padjadjaran Batamnya . Dalam sehari, negoisasi dengan KADIN merekomendasikan agen kepada Koperasi Padjadjaran maka barang dagang serta peralatan promosi ( promotion Tools) pun beralih, senin 25 Desember 2006, kepada Pak Obos Bastaman – seorang Developer Padjadjaran - yang kini aktif memimpin Koperasi dan mulai 25 Desember terlahir sekaligus jadi Bos Komposter di Batam.

Wah.............ramai juga peminat Olah sampah di Batam ini Bang Bos ..........! Kalau gitu mari segera gencarkan dan tuntaskan melawan sampah Kota Batam sikaat sampai bersih dengan komposter.......Hugh !!!!!!+)

1 komentar:

  1. Anonim11:17 PM

    Howdy! I'm at work surfing around your blog from my new iphone!
    Just wanted to say I love reading your blog and look forward to all your posts!
    Carry on the great work!

    BalasHapus

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!