Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru.

17 Des 2006

TPA bukan solusi Masalah Sampah

Sampah - khususnya di kota-kota besar di Indonesia- merupakan salah satu permasalahan yang sampai saat ini menjadi tantangan bagi pengelola kota. Pencemaran dari sampah dan limbah perkotaan, paling utama di Indonesia antara lain berupa limbah padat domestik ( berasal dari rumah tangga, sekolah, mall, pasar, dan kawasan komersial serta sosial lainnya). Model pengelolaan sampah diangkut ke TPA juga bukan suatu jaminan kota tersebut akan menjadi semakin bersih, karena kualitas kebersihan suatu kota lebih tergantung pada peran serta masyarakatnya dalam menjaga kebersihan. Bahkan penumpukan sampah di TPA, terlebih tanpa pengelolaan secara benar, bisa menimbulkan masalah baru berupa timbulan gas methana ( CH4), H2S serta polutan lindi yang meresap kedalam tair tanah, mencemari sumur penduduk dan sungai-sungai. Tanpa pengelolaan sampah yang baik juga telah menyebabkan banjir di berbagai lokasi. Karena, salah satu faktor penyebab banjir adalah kepedulian masyarakat terhadap pembuangan sampah yang rendah, mengakibatkan pendangkalan sungai dan tersumbatnya drainase.

Dalam masalah pengelolaan sampah, kita masih harus belajar banyak dari negara-negara maju dan berkembang lainnya. Dibeberapa negara, pengelolaan sampah menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan unsur masyarakat, sama serius dengan masalah ekonomi. Hal ini dikarenakan, disatu sisi sampah dapat berdaya guna dan memberikan keuntungan secara ekonomi jika didaur ulang dan diubah dalam bentuk yang lebih bermanfaat. Disisi lain, sampah yang tidak didayagunakan dan menumpuk disuatu tempat (TPS dan TPA) dapat menjadi sarang penyakit serta mengeluarkan bau yang tidak sedap, dan dari segi estetikapun akan tampak kurang bagus bagi lingkungan tempat kita hidup. Tidak ada salahnya jika kita keluar dari berfikir umum  bahwa sampah harus selalu dibuang ke TPA. Bukankah dalam nilai yang hidup dalam masyarakat kita, sesungguhnya membuang material yang masih bisa didaya gunakan tergolong kedalam perbuatan mubadzir? Sampah, yang bagi sebagian pihak adalah masalah, sesugguhnya memiliki kemanfaatan bagi pihak lainnya. Karenanya, ikhtiar  serius mengelola sampah di sumbernya, dengan teknik teknologis yang sesuai bagi perkembangan sosio ekonomi suatu masyarakat, adalah keniscayaan.

Kebanyakan pilihan teknik olah sampah yang diperbincangkan selama ini hampir tanpa mempertimbangkan perbedaan sifat alam dan budaya masyarakat setempat asal teknik-teknologi tersebut dikembangkan, bahkan beberapa pihak menerapkan begitu saja teknologi yang dikembangkan negara lain padahal dengan karakteristik sampah berbeda dibanding Indonesia. Kenyataan menunjukkan, hampir semua teknik pengolahan sampah yang diterapkan tidak diapresiasi dengan baik oleh rakyat maupun pemerintahan karena dianggap tidak menjawab tantangan permasalahan yang muncul atau tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di Indonesia. Kebijakan yang dilahirkan dari UU No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah pun, serta kebijakan lainnya yang menyusul undang-undang tersebut, belumlah cukup bila pemerintah dan pemangku kepentingan terkait masalah sampah tidak mengarahkan atau mengajarkan kepada masyarakat bagaimana seharusnya sampah itu di kelola, atau setidaknya pemerintah harus berupaya mensosialisasikan akan perlunya perubahan paradigma tentang ‘ mengelola’ sampah, bahwa sampah itu bukan masalah tapi sebuah anugerah dan berkah dari sang pencipta yang harus diberdayakan.
 
Tanpa kita berani melakukan perombakan model kelola sampah dari keadaan selama ini,  selama itu pula kita hanya akan menyaksikan setiap hari di suatu kota akan terdapat ratusan truk hilir mudik membawa sampah dengan cemaran polutannya melintasi kota. Dan, terbuangnya biaya pembangunan berupa uang bahan bakar, bongkar muat dan investasi kendaraan sampah, bersamaan dengan setiap saat membuang sampah ke TPA. Saatnya olah dan kelola sampah di sumber timbulnya, hentikan kesia-siaan dan kemubadziran, lakukan desentralisasi urusan sampah ke level paling bawah pemerintahan dan serahkan sebagian kewenangan pemerintah ( penarikan retribusi, ijin, anggaran biaya ) sehingga munculnya partisipasi masyarakat. Lakukan pengelolaan sampah berbasis komunitas, TPA bukanlah solusi bagi penyelesaian masalah sampah perkotaan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!

Poskan Komentar

Visi Pengelolaan Sampah

Visi Pengelolaan Sampah
Gasifier GS 100 adalah rangkaian alat pembangkit bahan bakar gas, kalor dan minyak bakar (heavy oil) dari bahan baku sampah anorganik (biomassa dan plastik). Rangkaian alat bekerja sedemikian rupa saling terhubung antara proses gasifikasi, pirolisa dan anaerobic digestion membentuk suatu metoda BiophoskkoGas (Biogas- Pirolisis- Komposter-Gasifier). Didedikasikan bagi konversi pemusnahan sampah di TPS 3R skala pemukiman maupun area komersial (kawasan industri, niaga, rumah toko, mall, apartemen, hotel, pabrik dan pasar) dengan karakteristik umumnya terdapat cairan sampah (licid), tercampurnya aneka jenis sampah serta dekat pemukiman. Rangkaian pertama, bagi proses gasifikasi pada Gasifier GS 100 terbuat dari logam Mild steel (MS) 7 mm dengan ketebalan bata tahan api (castable/refractory brick) min 7 cm, ketahanan menerima beban temperatur tinggi 1500° C. Gasifier dilengkapi burner berbahan bakar biogas (series 304 memiliki flame temperature hingga 500° Celcius), siklon (cyclon) pemisah debu kasar, pengendap tar serta filter penyaring debu halus dan asap ( ElectroStatic Precipitator (ESP) serta sistim turbin pembangkit listrik ( alternator generator, blade, controller). Keluaran asap dan emisi telah diuji memenuhi syarat baku mutu lingkungan yang dipersyaratkan standar lingkungan. Di ruang lain, sebagai rangkaian ke-2, diatas gasifier (combustion chamber) terpasang reaktor pirolisis berupa silinder kedap udara ( tidak ada keluaran emisi) terbuat dari Plat stainless dilengkapi lubang pengumpan (hopper) bijih plastik secara kontinyu serta pendingin (kondensat) berupa pipa. Sistim pirolisis memiliki kapasitas konversi (convert capacity) 2,5 kg biji plastik per jam atau 60 kg biji plastik atau setara dengan pengolahan sampah plastik (sebelum pencacahan) 0,1 ton/ hari menjadi 54 liter minyak bakar/ hari. Reaktor mampu mengubah sampah plastik menjadi minyak bakar (fasa cair) yang dapat diaplikasikan langsung (direct use) sebagai bahan bakar ( boiler, insinerator) maupun pencampur kerosine bagi mesin diesel dan generator (engine statis dong Feng dan sejenisnya). Rangkaian ke 3 berupa PLTBM - Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa 30616 terdiri dari 1 unit reactor digester 3 m3, 1 unit pemurnian biogas ( methane purifier) MP 12135 (PVC), gas holder kapasitas 5,3 m3, 1 unit generator BG 2 KVA (genset biogas daya 2000 watt), bakteri aktivator metanogen GP-7 untuk 1 bulan serta perlengkapan instalasi ( kompresor mini, slang, valve, hingga fasilitas menyalakan kompor dan generator).

Rotary Kiln Elektrik RKE-2000L Bagi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Rotary Kiln Elektrik RKE-2000L Bagi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas
Tuntutan kepraktisan dalam pengelolaan sampah melahirkan inovasi baru komposter type Rotary Kiln Biophoskko® RKE 2000L. Agar makin menguntungkan, pengguna kini dapat memilih Rotary Kiln Elektrik (RKE 2000L) dengan keperluan daya 7 HP.

Komposter Elektrik KE-100 L Alat Olah Sampah di Rumah Tangga

Komposter Elektrik KE-100 L Alat Olah Sampah di Rumah Tangga
Tuntutan kebutuhan untuk makin praktisnya pengolahan sampah rumah tangga telah melahirkan inovasi baru komposter dengan proses menggunakan listrik ( elektrik)

Digester Biogas BD 7000L

Digester Biogas BD 7000L
Digester Biogas BD 7000L memiliki kekuatan menahan tekanan gas hingga 5 kg/cm2 dan memiliki daya tahan reaktor antara 10 hingga 20 tahun ini. Dibuat dari fiberglass bahan resin eternal 2504, jenis mat Wr 200 (mat anyam) dan mat 300 (acak), ketebalan 3 - 5 mm, mampu memfermentasi 3 m3 sampah dan biomassa setiap hari setelah siklus penguraian pertama 7 hari pertama. Sampah dan berbagai bahan organik (limbah peternakan, sampah makanan, sisa masakan, tinja/ feces, limbah kebun dan industri pangan) dapat terus menerus ditambahkan ke lobang pemasukan (intake chamber), dan akan diurai oleh bakteri metanogen (anaerobic activator Green Phoskko (GP-7). Proses awal, 7 m3, hanya 7 hari telah mulai mengeluarkan gas methana (CH4) dan tersimpan di bagian atas tabung atau reaktor biogas (gas holder).

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150
Alat pemurnian biogas (methane purifier 24150) terbuat dari tabung logam stainless, diameter 24 inch ( 30 cm) dengan tinggi 150 cm, memiliki silinder media (berisi pellet penyerap 25 kg), memiliki kekuatan menahan tekanan lebih dari 10,5 bar, dan berkapasitas memurnikan aliran hingga 40 m3/ hari biogas hasil pembangkitan digester. Alat ini berfungsi sebagai pemerangkap (absorbers) karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), dan air (H2O) sehingga menaikan komposisi kandungan gas metan dalam total biogas. Prinsip kerja alat pemurnian biogas ini adalah peran pellet penyerap (absorbers) terbuat dari campuran aneka mineral tambang yang teraktivasi dan termodifikasi larutan kimia, antara lain dengan basa kuat NaOH. Pellet penyerap pada tabung dapat diganti ( refill ) per setiap 2 (dua) bulan pemakaian atau diregenerasi dengan perlakuan tertentu hingga bisa digunakan sampai 1 tahun.

Genset Biogas BG 5000 W

Genset Biogas BG 5000 W
Generator (Genset) Bio Elektrik BG 5000 W berbahan bakar gas metan ini merupakan kelengkapan ( compatible) bagi digester type BG 7000L dalam mengolah sampah dan biomassa (aneka bahan organik) guna merobahnya menjadi energi listrik. Genset modifikasi ini menyediakan listrik dengan daya hingga 5000 watt. Pilihan penggunaan gas metan sebagai bahan bakar bagi pembangkitan tenaga listrik dari Genset Bio Elektrik, disamping secara konvensional sebagai bahan bakar menyalakan kompor juga mendukung usaha kecil UKM dan maupun perumahan dalam mendapatkan daya listrik secara murah. Penimbul sampah organik (tinja/feces, sisa masakan, sisa makanan/food waste, kotoran ternak sapi maupun ayam) serta biomassa lain ( gulma kebun, gulma air) pada rataan 3 m3/ hari akan sesuai bagi genset Bio Elektrik BG 5000 W ini. Dengan kehadiran instalasi BD 7000 L dan BG 5000 watt, penimbul sampah organik (restoran, food beverages hotel, peternak, restoran, perumahan, kawasan komersial mall dan pabrik) tidak perlu membeli bensin premium/ solar maupun membayar listrik bagi perolehan daya hingga 5000 W ( lebih dari 5 jam per hari) atau setara dengan 25 KWH ( kilo wattt hour) per hari.

Aktivator Pembangkit Metana Green Phoskko® [ GP-7]

Aktivator Pembangkit Metana Green Phoskko® [ GP-7]
Green Phoskko® (GP-7) Activator pembangkit gas metana (@ 250 gr/ Pack) sebagai pengurai secara fermentatif sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara (tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik. Dalam lingkungan mikro yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini (kedap udara, material memiliki pH >6, kelembaban 60 %, dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/N ratio tertentu) akan memfermentasi sampah dan bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya). Kemasan Green Phoskko® (GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [@ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+)

Mekanisme Konversi Musnah Aneka Sampah Per Jenis

Mekanisme Konversi Musnah Aneka Sampah Per Jenis
Perolehan hasil pemusnahan tergantung kandungan kalori dari komposisi jenis bahan baku isian (sampah atau biomassa). Berdasar data kondisi TPS di Indonesia, setiap hari akan diperoleh daya listrik. Besaran energi listrik digunakan untuk menjalankan gasifier ( 2 blower 250 w, motor intake sorong bagi pemasukan bahan baku, intake screw press, pompa consor pendingin dan penerangan area TPS 3R) dengan demikian Gasifier GS 100 bekerja tanpa memerlukan BBM maupun listrik PLN. Sementara output netto (keluar) terdiri dari 100 liter lumpur probiotik ( bagi penumbuh plankton pakan ikan), residu (abu, arang atau kerak slag) sebesar 1-4 % setara 100 kg dari tiap 2,4 ton berat bahan baku isian (bbi). Abu keluaran gasifier ini baik digunakan bahan pembuatan batako maupun campuran semen kontruksi.

Cari Sampah Organik di Google

Memuat...