Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru seperti minyak bakar dan energi panas.

21 Mei 2006

Memutus Rantai Aliran Sampah

Menumpuknya sampah di TPS ( Tempat Pembuangan Sementara ) telah menimbulkan masalah bau, ancaman air lindi ( leacheate) dan berkembang biaknya lalat, tikus dan belatung. Sumber sampah itu sendiri pastinya dari rumah penduduk, restoran dan rumah makan alias dari kita sendiri sebagai penduduk suatu kota. Menyiasati agar sampah tidak bertumpuknya di TPS berarti harus stop aliran sampah ke TPS dong............! Memutus mata rantai sampah dari sumbernya ke TPS kini dilakukan orang dengan mereduksi semua jenis sampah di dalam Komposter Biophosko®. Prinsip dasarnya adalah proses dekomposisi dalam ruang dengan cukup aerasi ( aliran oksigen) dengan bantuan bio-aktivator Green Phoskko® serta mempercepat reaksi dan menghilangkan bau dengan bantuan mineral penggembur Green Phoskko®.

Nah, dalam 5-7 hari dengan terdekomposisi dalam komposter, sampah yang asalnya basah dan bau akan berobah menjadi kering-gembur dan tidak bau. Maka dengan bantuan ayakan tembok dan sekop, hasil dekomposisi yang gembur tersebut diayak sehingga terpisah antara material lembaran dan besar dengan material tanah gembur alias amilioran. Tentu saja material an-organik ( kaca, plastik, logam) dapat dikumpulkan tersendiri guna dijual ke pengumpul dan supplier bahan daur ulang kepabrik atau dikasihkan ke pemulung sementara amilioran dapat ditaburkan menjadi penggembur tanah pekarangan. 
Reduksi dan olah sampah di rumah dan lingkungan agar tidak menjadi beban dan menumpuk di TPS telah dilakukan oleh orang-orang Eropa dan belahan dunia lain.

Itulah yang membuat sungai dan udara bersih di berbagai negara di Eropa, Korea dan Amerika.
Gagasan para penganjur dan banyak perilaku masyarakat memusnahkan sampah plastik, kertas, dan styreoform dengan membakarnya malahan menimbulkan masalah baru dan bukan menyelesaikannya. Memang insinerator juga membakar material namun syarat suatu insinerator, disamping asap polutan yang keluar dari cerobongnya diolah ulang, pembakaran tersebut harus sempurna dengan diantaranya bersuhu diatas 1000 derajat celcius.

Kalau ngak.....bisa timbul polutan pencemar udara semacam dioxin- yang menurut para ahli menjadi salah satu penyebab kemunduran mental dan autis. Lagi pula memang ngak nyaman hidup dan menghirup asap yang ditimbulkan oleh proses pembakaran ini. *)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan pemikiran anda dituliskan !!