Sampah

Sampah adalah material sisa suatu aktivitas yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan menurut derajat keterpakaian dan kegunaannya. Makin majunya ilmu pengetahuan akan makin banyak material ditemukan kemanfaatannya bagi manusia, dan dengan itu akan makin sedikit material sisa yang dikatagorikan sampah. Sampah organik bisa digunakan pada pembuatan pupuk organik, berguna bagi pemberian zat hara tanaman. Sementara sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi baru.

15 Sep 2014

Budidaya Lele dalam Kolam dan Tangki Lumpur Hasil Konversi Musnah Sampah di TPS 3R


Fasilitas pengolahan limbah organik di TPS 3R, berupa kolam tembok semen ( sepanjang 80 m kedalaman 1 m) kemudian diatasnya diletakan rangkaian (saling terhubung) 40 tangki @1000 L/ unit bagi budidaya ikan sebagaimana terpasang di Bank Sampah Posko Hijau - Green Phoskko Organic Product Jl Desa Karikil di Banjaran Bandung, terbukti sangat handal dalam memberi keuntungan dan kemanfaatan dari pengoperasian reaktor konversi musnah (RKM) sampah.

Secara ekonomi, kolam lumpur mampu memberi media probiotik bagi 120 m3 budidaya lele. Dari kapasitas terkecil metoda BiophoskkoGas ( Biogas- Pirolisis- Komposter- Gasifier) mengolah 1,85 ton sampah/ hari memberi 120 m3 kolam, akan didapat 24 ton lele per 1 siklus 3 bulan. Sungguh suatu penerimaan besar jika mengingat harga lele di pasaran saat ini di kisaran Rp 20.000/ kg, atau per siklus diperoleh Rp 48.000.000/3 bulan.


Rangkaian bejana berhubungan 40 tangki kolam lele @ 1000 liter yang tertutup, menjamin terhindarnya curahan air hujan ( PH asam tidak baik bagi perkembangan lele) memasuki kolam maupun kehilangan akibat lompatnya lele keluar tangki kolam. Disamping instalasi telah memberi estetika, pemberian pakan dapat dilakukan terjadwal dengan pompa lumpur (submersible pumps) serta penambahan dan penggantian air bisa dilakukan dengan cepat. 
Selain kelayakan ekonomi dan teknis, manfaat lebih besar lagi dari integrasi budidaya lele dalam rangkaian reaktor pemusnah sampah adalah mengalihkan rantai makanan, dari sebelumnya jenis sampah (organik hewani dan sisa makanan) telah mengembangbiakan tikus ( pemakan sampah jenis organik hewani), kini dialihkan kepada lele (menjadi sumber protein bagi manusia).

Upaya pengelolaan lingkungan melalui pemusnahan sampah di TPS 3R agar dapat memenuhi kebutuhan dan mendukung kegiatan budidaya lele dapat dilakukan dengan cara diantaranya melakukan kegiatan pemantauan kualitas air atau pengelolaan kualitas air dan kesehatan ikan secara bersama-sama. 
Pemantauan BOD, COD, oksigen terlarut, kandungan oksigen terlarut (dissolved oxygen), amoniak, nitrit, nitrat Amoniak <0,012ppm, Nitrit <0,2ppm, KH (CaCO3) > 20PPM, pospat, karbondioksida, alkalinitas, H2S dan logam berat. Memanfaatkan lumpur (slurry) dari konversi musnah sampah menjadi energi, diantaranya dengan dekomposisi lumpur menyediakan lingkungan probiotik. 

Tiga hari sebelum bibit ikan masuk kolam, air kolam harus diguyur probiotik Green Phoskko1 atau GP1 lebih dahulu agar kondisi air cepat matang dan tumbuh banyak plankton. Dengan peranan aktivator GP-1 dalam rangkaian bejana (tanki) berhubungan dalam suatu rangkaian akan diperoleh dan harus senantiasa dipelihara :  

  • kondisi optimalnya pertumbuhan larva di kisaran suhu antara 26-30*C dan untuk pemijahan 24-28*C. 
  • perairan kolam dan tangki slurry biogas pada kedalaman tersebut cukup sekalipun kondisi airnya jelek, keruh, kotor dan miskin zat O2 (oksigen) 
  • memberi air terlihat gelap bening kecoklatan atau kehitaman dan kotoran mengendap di dasar kolam, 
  • terdapat banyak mikroorganisme hidup seperti jentik-jentik, kutu air (daphia), cacing darah, dan plankton  sebagai makanan alami ikan lele.
CARA KERJA
Dengan keberadaan Gasifier Sampah TPST GS 50 di TPST atau Depo Sampah pada kapasitas olah 7,5 m3 setara berat 2,85 ton sampah/ hari, memadai guna cara konversi memusnahkan sampah di TPS. Dari gerobak atau motor roda tiga, sampah dibongkar (unloading) kemudian dilakukan pengambilan jenis organik (degradable atau mudah membusuk) dan plastik. Jenis organik dicacah 1 unit Mesin Pencacah Organik MPO 100 Z  selanjutnya diumpan ke Instalasi Kompos dan 1 unit digester biogas BD 3.000 L. Pemilahan di suatu TPS 3 R dapat dilakukan dengan mesin pemilah pengayak MPP 3000 maupun menggunakan mekanisme Bank Sampah.

Sementara, jenis plastik dicacah dan tercuci pada 1 unit Mesin Pencacah Plastik MPLP 200 diumpan kedalam Reaktor Pirolisis yang terdapat di atas ruang reaktor Gasifier GS 50. Jenis sampah lain (unrecyle) sisa pemilahan plastik dan organik dimasukan ke reaktor gasifier GS 50 untuk proses pembangkitan gas dan panas (gasifikasi).
Paket teknologi Gasifier Sampah TPS 3R Terpadu GS 50 berkemampuan meningkatkan kegunaan dari sampah atau biomassa bernilai rendah menghasilkan padatan (seperti arang atau kerak slag), cairan (minyak bakar hasil kondensasi proses pirolisis plastik), biogas (yang dihasilkan digester), kompos (keluaran Hand Rotary Kiln) serta, gas permanen syngas (H2, CO) hasil proses gasifikasi. Perolehan bahan bakar (minyak bakar, biogas CH4 maupun syngas) diaplikasikan dalam membangkitkan energi panas thermal ( reaktor gasifikasi dan pirolisis) menjadikan TPS 3R Terpadu tidak memerlukan bahan bakar maupun listrik PLN atau mandiri energi. Keluaran lumpur dan kompos dari diseter biogas dijadikan media tumbuh serta materi probiotik bagi berkembangnya lele.
Mengembangkan budidaya lele dalam lumpur Reaktor Konversi Musnah (RKM) sampah telah terbukti dapat memberi pendapatan ekonomi, memenuhi kelayakan teknis serta lingkungan. Integrasi budidaya lele dalam pemanfaatan lumpur (slurry) yang dihasilkan reaktor pemusnahan sampah BiophoskkoGas di TPS 3R telah membuktikan pembangkitan Biogas, Bio Elektrik dan Pupuk  saling mendukung (simbiosis mutualisma) dengan budidaya lele yang memanfaatkan kemelimpahan plankton, cacing, magot dan jasad renik dari keberadaan lumpur di TPS 3R tersebut. (*)


Organik Indonesia: Mengembangkan Budidaya Lele dalam Lumpur Konversi Musnah Sampah di TPS 3R

Visi Pengelolaan Sampah

Visi Pengelolaan Sampah
Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas (Masyarakat)

Rotary Kiln Elektrik RKE-2000L Bagi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Rotary Kiln Elektrik RKE-2000L Bagi Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas
Tuntutan kepraktisan dalam pengelolaan sampah melahirkan inovasi baru komposter type Rotary Kiln Biophoskko® RKE 2000L. Agar makin menguntungkan, pengguna kini dapat memilih Rotary Kiln Elektrik (RKE 2000L) dengan keperluan daya 7 HP.

Komposter Elektrik KE-100 L Alat Olah Sampah di Rumah Tangga

Komposter Elektrik KE-100 L Alat Olah Sampah di Rumah Tangga
Tuntutan kebutuhan untuk makin praktisnya pengolahan sampah rumah tangga telah melahirkan inovasi baru komposter dengan proses menggunakan listrik ( elektrik)

Digester Biogas BD 7000L

Digester Biogas BD 7000L
Digester Biogas BD 7000L memiliki kekuatan menahan tekanan gas hingga 5 kg/cm2 dan memiliki daya tahan reaktor antara 10 hingga 20 tahun ini. Dibuat dari fiberglass bahan resin eternal 2504, jenis mat Wr 200 (mat anyam) dan mat 300 (acak), ketebalan 3 - 5 mm, mampu memfermentasi 3 m3 sampah dan biomassa setiap hari setelah siklus penguraian pertama 7 hari pertama. Sampah dan berbagai bahan organik (limbah peternakan, sampah makanan, sisa masakan, tinja/ feces, limbah kebun dan industri pangan) dapat terus menerus ditambahkan ke lobang pemasukan (intake chamber), dan akan diurai oleh bakteri metanogen (anaerobic activator Green Phoskko (GP-7). Proses awal, 7 m3, hanya 7 hari telah mulai mengeluarkan gas methana (CH4) dan tersimpan di bagian atas tabung atau reaktor biogas (gas holder).

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150

Pemurnian Metan Biogas (Methane Purifier) MP 24150
Alat pemurnian biogas (methane purifier 24150) terbuat dari tabung logam stainless, diameter 24 inch ( 30 cm) dengan tinggi 150 cm, memiliki silinder media (berisi pellet penyerap 25 kg), memiliki kekuatan menahan tekanan lebih dari 10,5 bar, dan berkapasitas memurnikan aliran hingga 40 m3/ hari biogas hasil pembangkitan digester. Alat ini berfungsi sebagai pemerangkap (absorbers) karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S), dan air (H2O) sehingga menaikan komposisi kandungan gas metan dalam total biogas. Prinsip kerja alat pemurnian biogas ini adalah peran pellet penyerap (absorbers) terbuat dari campuran aneka mineral tambang yang teraktivasi dan termodifikasi larutan kimia, antara lain dengan basa kuat NaOH. Pellet penyerap pada tabung dapat diganti ( refill ) per setiap 2 (dua) bulan pemakaian atau diregenerasi dengan perlakuan tertentu hingga bisa digunakan sampai 1 tahun.

Genset Biogas BG 5000 W

Genset Biogas BG 5000 W
Generator (Genset) Bio Elektrik BG 5000 W berbahan bakar gas metan ini merupakan kelengkapan ( compatible) bagi digester type BG 7000L dalam mengolah sampah dan biomassa (aneka bahan organik) guna merobahnya menjadi energi listrik. Genset modifikasi ini menyediakan listrik dengan daya hingga 5000 watt. Pilihan penggunaan gas metan sebagai bahan bakar bagi pembangkitan tenaga listrik dari Genset Bio Elektrik, disamping secara konvensional sebagai bahan bakar menyalakan kompor juga mendukung usaha kecil UKM dan maupun perumahan dalam mendapatkan daya listrik secara murah. Penimbul sampah organik (tinja/feces, sisa masakan, sisa makanan/food waste, kotoran ternak sapi maupun ayam) serta biomassa lain ( gulma kebun, gulma air) pada rataan 3 m3/ hari akan sesuai bagi genset Bio Elektrik BG 5000 W ini. Dengan kehadiran instalasi BD 7000 L dan BG 5000 watt, penimbul sampah organik (restoran, food beverages hotel, peternak, restoran, perumahan, kawasan komersial mall dan pabrik) tidak perlu membeli bensin premium/ solar maupun membayar listrik bagi perolehan daya hingga 5000 W ( lebih dari 5 jam per hari) atau setara dengan 25 KWH ( kilo wattt hour) per hari.

Aktivator Pembangkit Metana Green Phoskko® [ GP-7]

Aktivator Pembangkit Metana Green Phoskko® [ GP-7]
Green Phoskko® (GP-7) Activator pembangkit gas metana (@ 250 gr/ Pack) sebagai pengurai secara fermentatif sampah dan limbah organik dalam digester kedap udara (tanpa oksigen) terbuat dari konsorsium mikroba anaerobik. Dalam lingkungan mikro yang sesuai dengan kebutuhan bakteri ini (kedap udara, material memiliki pH >6, kelembaban 60 %, dan temperatur > 30 derajat Celcius dan C/N ratio tertentu) akan mengurai atau mendekomposisi semua sampah dan bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, feces tinja, kotoran hewan dan lain-lainnya) dengan cepat, hanya 5 hari. Kemasan Green Phoskko® (GP-7) dengan bentuk serbuk kering ini adalah Pack [@ 250 gr] kualitas karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack, total berat setara 5 kg+)

Kepercayaan LSM Internasional Pada Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Kepercayaan LSM Internasional Pada Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas
CHF Internasional di Aceh dengan gencar melakukan training pembuatan kompos dari sampah rumah tangga masyarakat Aceh
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Cari Sampah Organik di Google

Memuat...